Network Marketing Mitotik

Iseng-iseng buat content weblog dari kantor, saya ingin menginformasikan suatu bisnis yang ringan, simple, tapi berkekuatan besar. Bisnis apalagi kalau bukan network marketing, yang dahulu dikenal dengan istilah multi level marketing (MLM). Bisnis network marketing yang saya sampaikan ini berformat binary. Satu member hanya boleh memiliki dua kaki, kanan dan kiri, A dan B, seperti ilustrasi gambah di sebelah kiri. Jaringan berformat binary perbanyakan atau perkembangannya menjadi (2 berpangkat n) + 1. Gambar tersebut mengilustrasikan jaringan 1 level, yaitu Anda, A dan B = 3 orang ((2 pangkat 1 )+ 1). Jaringan level 2 akan memiliki 7 member, 2 downline A + 2 downline B + A + B + ANDA = 7 orang. Jadi yang (2 berpangkat n) adalah jumlah member pada level ke-n, level terakhir. Secara sederhana pola perkembangannya seperti proliverasi sel secara mitotik. Maka saya istilahkan bisnis ini adalah bisnis NETWORK MARKETING MITOTIK (NM2)… he he he he. Perbedaannya, dalam mitosis, maka sumlah sel anak pada perbanyakan ke-n sama dengan 2 berpangkat n total, karena sel induk ikut dihitung… Pada perkembangan jaringan NM2 ini sel induk tidak ikut dihitung di level berikutnya, maka jumlah akhir jika berkembang sempurna, jumlah total member selalu GANJIL, 2^n + 1:

  • level 0, jumlah member 1 = Anda
  • level 1, jumlah member 3, yaitu 2 downline + Anda
  • level 2, jumlah member 7, (2 x 3) downline + Anda
  • level 3, jumlah member 15, (2 x 7) dwonline + Anda
  • level n, jumlah member = 2 x (jml downline level n-1) + Anda

Sederhana dan mudah bukan? Lalu apa keuntungannya? Tergantung pada produk yang dipasarkan, tergantung marketing plan yang dianut dan yang jelas apa pun produk dan marketing plan-nya, bisnis ini jika berkembang pasti akan menghasilkan jejaring bisnis dengan perbanyakan 2 berpangkat n. Kebetulan saja bisnis NM2 yang saya jalani dan saya tawarkan kepada pengunjung weblog “Winarso D Widodo” di bawah ipb.ac.id ini memasarkan produk kesehatan. Kebetulan pula sistem penghitungan omzet dan pembayaran marketing fee (bonus) dilakukan secara harian tanpa kewajiban belanja ulang dan tanpa pemeringkatan jaringan. Kebetulan yang ketiga, marketing fee yang disediakan perusahaan hanya 3 macam:

  1. bonus sponsor secara harian sebesar 100 ribu rupiah setiap paket
  2. bonus jaringan secara harian sebesar minimal 170 ribu rupiah maksimal 850 ribu rupiah, dan
  3. bonus unilevel secara bulanan yang merupakan akumulasi atau konsekuensi perolehan bonus 1 dan bonus 2 pada nilai minimal sekitar 2,5 juta sebulan.

Saya sudah melakukan perhitungan berkali-kali dengan berbagai simulasi perkembangan jaringan, maka perusahaan bisnis NM2 saya ini membagikan sekitar 33% hingga 52% harga jual produknya menjadi bonus untuk para member. Perusahaan lain paling banyak membagikan bonus itu hanya 21% harga member. Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi situs www.propbiyang.net.

Apa yang saya peroleh dari berbisnis NM2 ini? Dengan mempelajari lagi beberapa kebetulan di atas, dapat diringkaskan sebagai berikut:

  1. Saya sekeluarga memperoleh manfaat produknya dalam menjaga kesehatan, stamina dan vitalitas hidup. Banyak obat-obatan medis yang dahulu menjadi simpanan saya di lemari obat keluarga, sekarang cukup dua jenis suplemen dari NM2 PT MNI, Melia Propolis dan Melia Biyang.
  2. Saya sekeluarga, meskipun belum begitu besar, sudah merasakan perubahan hidup yang sangat nyata. Sebagai PNS, karena jaringan saya ada beberapa titik yang berkembang membentuk keseimbangan, sudah merasakan betapa tenangnya terbebas dari sindroma TANGGAL TUA… he he he he. dan yang terpenting
  3. Bisnis NM2 PT MNI ini telah sangat banyak menambah kenalan, kenalan yang menjadi saudara, dan jejaring silaturahmi yang sangat luas. Di beberapa kota di P. Jawa saya punya member yang selalu siap sedia jika saya mampir….:-).

Ya, tiga janji itulah yang ditawarkan PT MNI kepada saya tiga tahun yang lalu ketika seseorang mengajak saya bergabung. Tiga janji itu pula yang sekarang ingin saya tawarkan kepada ANDA semua. Mari menjadikan bisnis NM2 dari PT Melia Nature Indonesia ini sebagai salah satu solusi hidup kita semua, dalam 3 hal, yaitu:

  1. Solusi kesehatan prima
  2. Solusi penghasilan yang besar, cepat dibayarkan dan TRANSPARAN
  3. Solusi persahabatan dan kepemimpinan

Tiga permasalahan itulah sejatinya inti persoalan manusia hidup. Maka dari itu, mari segera bergabung bersama saya. Informasi selengkapknya silakan kunjungi www.kdpbiz.com. Jika Anda ingin tahu informasi resmi dari PT Melia Nature Indonesia, silakan kunjungi situs perusahaan www.melianature.com. Salam sukses dari Bogor.

 WEBLOG di IPB.AC.ID
e-mail: denggleng@yahoo.com

MLONGO

Koran Kompas Sabtu, 27 Maret 2010 terlambat saya baca. Memang ya rada aneh, ketika koran online gratis, daku masih melanggan koran kertas….:-). Rubrik Politik & Hukum halaman 2, pada sisi kiri dengan kelompok artikel PEJABAT NEGARA, membuat daku MLONGO sebagai salah seorang obyek proyek sertipikasi tenaga edukasi. Edukasi tingkat Tinggi lagi…. kok ya nemen-nemennyaaaa gitu lho.

Orang Misterius, PNS yang sangat sukses dalam usia muda
Sejawat-sejawatku beberapa pekan lalu membahas cair belumnya tunjangan kehormatan GB.. dan.. tunjangan dosen profesional (dengan bukti lulus sertifikasi)….Yang kalau tak salah nilainya maksimal belasan juta…. (yaaa tapi dengan model rapel mah bisa juga mencapai puluhan juta…:-) ). Sedang di artikel “PEJABAT NEGARA dengan judul: Gayus, Pegawai Pajak dari Warakas yang “Misterius” ada beberapa potong informasi yang membuatku MLONGO. Benar sekali dengan sinyalir Pak RHH kemarin-kemarin tentang ketimpangan penghasilan antar PNS..:-) (dinukil dari Kompas, Sabtu 27 Maret 2010 halaman 2 kolum 1-2…):
1. Keterangan gambar: Rumah mewah milik GHT (pakai inisial biar memenuhi azas praduga disalahkan…:-) ), pegawai Direktorat Jendral Pajak di kawasan Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta, terlihat
sepi, Jumat (26/3). Pihak kepolisian menetapkan GHT menjadi tersangka dengan memberi keterangan palsu atas kasus penggelapan uang Rp 24,6 miliar.

Rumah orang Misterius dari: http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100324_113427_rumah2.jpg

2. Menurut S, GHT memang memiliki rumah di kawasan Kelapa Gading dan beberapa rumah lain….

3. Yang jelas, uang Rp 25 miliar yang pernah berada di rekening GHT, sebagai petugas yang masih relatif muda, memang menjadi pertanyaan besar. Apalagi gajinya perbulan diperkirakan “hanya” Rp 12 juta. Kasus GHT pun megusik rasa keadilan masyarakat yang selama ini dikejar-kejar pajak pada negara….

sumber: http://media.vivanews.com/images/2009/03/25/68038_rupiah.JPG

Nah, kan. Gaji pegawai muda di DirJen Pajak pun sekitar 4 kali lipat PNS di departemen lain. Itupun sudah bukan pegawai muda lagi… wong sudah golongan empat, tuh? Tuh… rupanya di negeri ini penghasilan seseorang yang digaji negara (dengan uang rakyat, termasuk sebagian besar dari pajak…:-) ) sangat tergantung dengan “benda” yang sering dipegangnya. Yang sering pegang sehari-hari uang ya dapat uangnya banyak. Yang sering pegang sapu… yaaa honornya sebagai tukang sapu…. yang sering baca dan nulis buku…. dapatnya ILMU…. he he he lebih mulia, lebih bermanfaat….

Akhirnya mengutip bagian artikel sebelahnya patut didalami makna ungkapan Teten Masduki (tak pakai inisial, wong bukan potensial jadi saksi….) menanggapi kasus Susno 2G (inisial sebagian dan pantas diganti, karena sudah dunianya 3.5G… klik-klik-klik…): “TAK PENTING APAKAH YANG MELAPORKAN ITU ORANG BERSIH ATAU TIDAK”. …. itupun Susno 2G sudah terperiksa karena melanggar Kode Etik dan Disiplin institusi, he he he he…

Salam mlongo, deh..

Selamat Datang

Selamat datang di  http://kdp2005.staff.ipb.ac.id/. Ini merupakan weblog dari Winarso D Widodo, dosen pada Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB.

Salam dari Bogor,