MLONGO

Koran Kompas Sabtu, 27 Maret 2010 terlambat saya baca. Memang ya rada aneh, ketika koran online gratis, daku masih melanggan koran kertas….:-). Rubrik Politik & Hukum halaman 2, pada sisi kiri dengan kelompok artikel PEJABAT NEGARA, membuat daku MLONGO sebagai salah seorang obyek proyek sertipikasi tenaga edukasi. Edukasi tingkat Tinggi lagi…. kok ya nemen-nemennyaaaa gitu lho.

Orang Misterius, PNS yang sangat sukses dalam usia muda
Sejawat-sejawatku beberapa pekan lalu membahas cair belumnya tunjangan kehormatan GB.. dan.. tunjangan dosen profesional (dengan bukti lulus sertifikasi)….Yang kalau tak salah nilainya maksimal belasan juta…. (yaaa tapi dengan model rapel mah bisa juga mencapai puluhan juta…:-) ). Sedang di artikel “PEJABAT NEGARA dengan judul: Gayus, Pegawai Pajak dari Warakas yang “Misterius” ada beberapa potong informasi yang membuatku MLONGO. Benar sekali dengan sinyalir Pak RHH kemarin-kemarin tentang ketimpangan penghasilan antar PNS..:-) (dinukil dari Kompas, Sabtu 27 Maret 2010 halaman 2 kolum 1-2…):
1. Keterangan gambar: Rumah mewah milik GHT (pakai inisial biar memenuhi azas praduga disalahkan…:-) ), pegawai Direktorat Jendral Pajak di kawasan Gading Park View, Kelapa Gading, Jakarta, terlihat
sepi, Jumat (26/3). Pihak kepolisian menetapkan GHT menjadi tersangka dengan memberi keterangan palsu atas kasus penggelapan uang Rp 24,6 miliar.

Rumah orang Misterius dari: http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100324_113427_rumah2.jpg

2. Menurut S, GHT memang memiliki rumah di kawasan Kelapa Gading dan beberapa rumah lain….

3. Yang jelas, uang Rp 25 miliar yang pernah berada di rekening GHT, sebagai petugas yang masih relatif muda, memang menjadi pertanyaan besar. Apalagi gajinya perbulan diperkirakan “hanya” Rp 12 juta. Kasus GHT pun megusik rasa keadilan masyarakat yang selama ini dikejar-kejar pajak pada negara….

sumber: http://media.vivanews.com/images/2009/03/25/68038_rupiah.JPG

Nah, kan. Gaji pegawai muda di DirJen Pajak pun sekitar 4 kali lipat PNS di departemen lain. Itupun sudah bukan pegawai muda lagi… wong sudah golongan empat, tuh? Tuh… rupanya di negeri ini penghasilan seseorang yang digaji negara (dengan uang rakyat, termasuk sebagian besar dari pajak…:-) ) sangat tergantung dengan “benda” yang sering dipegangnya. Yang sering pegang sehari-hari uang ya dapat uangnya banyak. Yang sering pegang sapu… yaaa honornya sebagai tukang sapu…. yang sering baca dan nulis buku…. dapatnya ILMU…. he he he lebih mulia, lebih bermanfaat….

Akhirnya mengutip bagian artikel sebelahnya patut didalami makna ungkapan Teten Masduki (tak pakai inisial, wong bukan potensial jadi saksi….) menanggapi kasus Susno 2G (inisial sebagian dan pantas diganti, karena sudah dunianya 3.5G… klik-klik-klik…): “TAK PENTING APAKAH YANG MELAPORKAN ITU ORANG BERSIH ATAU TIDAK”. …. itupun Susno 2G sudah terperiksa karena melanggar Kode Etik dan Disiplin institusi, he he he he…

Salam mlongo, deh..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.